percantik

Selasa, 24 Desember 2013

Penemu korek api

Korek api sebenarnya fenomena yang biasa.
Ada ribuan zat kimia yang bila dicampurkan
menimbulkan api. Jadinya, korek api bisa
dibuat dari berbagai macam zat kimia.
Tetapi, tak semua zat kimia bersifat aman.
Ada zat kimia yang bila dicampurkan
menimbulkan letupan, api yang besar,
bahkan ledakan. Jadi korek api harus dibuat
dari zat yang aman, yang hanya
menimbulkan

api kecil.
Korek api terdiri atas dua bagian. Yang
pertama, kotak kertas yang memiliki dua
"permukaan gesek" di kedua sisinya.
Berikutnya adalah batang korek api yang
memiliki "penthol".
Permukaan gesek korek api merupakan
kertas yang dilapisi pasir, fosfor merah dan
serbuk kaca. Kemudian bagian "penthol"
berupa kayu yang dilapisi serbuk kaca dan
sulfur. Kedua zat kimia itu, sulfur dan fosfor
merah jika digesekkan akan menimbulkan
nyala api. Serbuk kaca berguna untuk
meningkatkan suhu dan memicu api.
Jika kamu membutuhkan api, apakah kamu
menggesekan batang kayu keceil ke
geretan? barangkali tidak. Sebagain besar
manusia menggunakan lighter atau korek
api untuk menyalakan api. Banyak zat kimia
yang jika berekasi kimia akan menimbulkan
percikan api. Tetapi, korek api
menggunakan bahan kimia yang relatif
aman karena tidak menimbulkan ledakan.
Korek api pertama ditemukan pada 31
Desember 1827 oleh John Walker, seorang
ahli obat-obatan Inggris.

Nah, ini dia penemu korek api yang sebenarnya. John Walker secara tak sengaja menemukan korek api yang terbuat dari logam putih antimony sulfida dan dicampur dengan zat kimia potassium chlorate, getah pohon, serta kanji. Dia menggunakan kayu untuk mencampurkan zat-zat kimia tersebut, kemudian timbul api yang membakar kayu. Walker tidak mempatenkan penemuannya itu. Ia malah memamerkannya ke hadapan orang banyak sehingga banyak yang meniru. Salah satunya seorang ilmuwan bernama Samuel Jones yang kemudian mendirikan pabrik korek api bernama Lucifers. Korek api itu dijual di Amerika Serikat bagian selatan dan timur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar